Satu lagi drama gubahan Lessing yang dibuat pada periode Aufklärung .. kali ini Lessing mengkritik tentang Perang Salib ke 3 antara Islam dan Kristen..
Markitmul mari kita mulaaaaai :)
Tokoh:
- Nathan der Weisse, Yahudi, Pedagang kaya, Bijak
- Recha, Kristen, anak angkat Nathan
- Daja, Kristen, Pekerja rumah tangga Nathan
- Tempelherr, Kristen, Pejuang perang
- Sultan Saladin, Islam, sultan
- Sittah, Islam, adik sultan saladin
Ketika Nathan pulang dari perjalanan dagangnya, Nathan diberitahu bahwa rumahnya terbakar dan Recha anak angkatnya hampir saja ikut terbakar di dalam rumah tersebut, sebelum akhirnya ditolong oleh seorang Tempelherr. Daja dan Recha sangat mempercayai, kalau Tempelherr adalah anugrah dari Tuhan untuk menolong Recha dari kebakaran itu. Mereka percaya Tempelherr adalah seorang malaikat. Tetapi Nathan berpikir lebih logis, Tempelherr hanyalah manusia biasa. Walau demikian, Daja dan Recha tetap besikukuh, kalu Tempelherr adalah malaikat.
Nathan memutuskan untuk mengundang Tempelherr ke rumah sebagai ucapan terimakasih, maka Nathan memutus Daja untuk mengundang Tempelherr. Awalnya Tempelherr menolak untuk memenuhi undangan tersebut, karena menurutnya kejadian itu adalah manusiawi, sebagai manusia harus menolong sesama. Tetapi akhirnya Tempelherr mau datang juga, setelah ia mengetahui siapa itu Nathan.
Akhirnya Tempelherr bersandang ke rumah Nathan, dari situlah Nathan mengetahui bahwa Tempelherr adalah salah satu pejuang Perang Salib yang harus mendapat hukuman mati dari Sultan Saladin, tetapi diampuni Sultan, karena wajah Tempelherr sangat mirip dengan kakak laki-laki sultan yang hilang. Dari awal Recha sudah menyukai Tempelherr, karena telah menolongnya dari kebakaran. Bahkan Recha mencintai Tempelherr.
Pada saat itu juga, keuangan Sultan Saladin sedang tidak baik, lalu ia meminta menteri keuangannya untuk meminjam uang dari Nathan yang kaya raya itu. Awalnya Nathan tidak mau meminjamkan, ia ingin tahu dulu untuk apa uang itu sebenarnya. Maka Nathan pun berkunjung ke Istana Sultan.
Sultan telah mengetahui tentang Nathan yang terkenal sangat bijaksana itu. Ia ingin mengetes Nathan dengan pertanyaannya. Maka bertanyalah Sultan "Hei Nathan, menurut mu agama mana yang paling baik?" Nathan diam tidak menjawab, lalu ia menjawabnya dengan sebuah dongeng Ringparabel.
-- Ringparabel
Alkisah hiduplah seorang ayah, yang hampir meninggal dan ia mempunyai tiga anak laki-laki. Ia ingin sekali mewarisi suatu barang kepada ketiga anaknya. Sayangnya sang ayah hanya mempunyai satu cincin. Lalu pergilah ia ke orang bijak, dan bertanya tentang masalah ini, sang bijak menyuruh sang ayah membuat dua cincin duplikat untuk anak anaknya. Ternyata hasil duplikatnya sangat amat bagus, dan benar benar tidak bisa dibedakan dengan yang asli. Pada saat sang ayah meninggal, ketiga anak itu mulai meributkan, punya siapa yang asli dan punya siapa yang tidak. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke pengadilan, dan pengadilan menyatakan ketiga cincin itu sama, tidak ada yg palsu.
*dari kisah ini, Nathan menyiratkan ketiga cincin tersebut adalah ketiga agama, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi, yang ketiganya di mata tuhan sama saja..
--
Mendengar cerita itu, Sultan Saladin menjadi percaya, kalau Nathan adalah seorang yang sangat bijak.
Keadaan yang lain, Recha dan Tempelherr hendak menikah. Pada saat ini Tempelherr sangat bimbang, haruskah ia mengajak Recha untuk masuk ke agamanya, karena yang ia tahu Recha adalah anak seorang Yahudi. Tetapi Daja memberitahunya bahwa Recha adalah seorang Kristen yang telah dibaptis pada saat kecil. (dari sini, tercermin lagi kebijakan Nathan, bahwa ia mengangkat seorang anak, dan membiarkannya tetap Kristen, tidak memintanya untuk menjadi Yahudi juga..)
Nathan ingin tahu asal usul Tempelherr sebelum, Tempelherr menikahi anaknya. Maka dari itu, pergilah Nathan ke seseorang yang mempunyai sebuah buku. Di buku itu tercantum pohon keluarga Tempelherr, dan ternyata di sana tercantum bahwa Tempelherr adalah anak dari Kakak laki-laki Sultan Saladin yang hilang. Lalu yang menakjubkannya lagi, Recha adalah saudara kembar Tempelherr. Jadilah mereka tidak jadi dinikahkan, karena ya memang mereka adalah saudara.
--sekian--
Seperti telah disebutkan tadi, drama Nathan der Weissse ini mengenai agama.
Kalau dari inti ceritanya, dapat ditarik menjadi segitiga benang merah, antara Nathan, Tempelherr, dan Sultan Saladin.
Mereka semua terhubung dengan ikatan saling terimakasih.
Nathan - Tempelherr : Tempelherr menolong Recha dari kebakaran
Tempelherr - Sultan Saladin: Sultan saladin membebaskan Tempelherr dari hukuman mati.
Sultan Saladin - Nathan : Nathan meminjamkan uangnya ke Sultan
Selain itu, pada kasus Recha jatuh cinta pada Tempelherr, sebenarnya adalah karena ada hubugan darah antara keduanya..
***** sekian terimakasih.. tambahin kalo ada yang kurang ya :)
Wah baru tahu saya kalo hari ini adalah hari guru sedunia. kalau HUT TNI siih sudah hapal. soalnya barengan sama ultah om..
seorang angkatan darat (wah ga tau deh pangkatnya apa :P) begitupun buyuut saya.

tetap semangat!! 















