Jumat, 22 Oktober 2010

Nathan der Weisse

Satu lagi drama gubahan Lessing yang dibuat pada periode Aufklärung .. kali ini Lessing mengkritik tentang Perang Salib ke 3 antara Islam dan Kristen..

Markitmul mari kita mulaaaaai :)

Tokoh:

  • Nathan der Weisse, Yahudi, Pedagang kaya, Bijak
  • Recha, Kristen, anak angkat Nathan
  • Daja, Kristen, Pekerja rumah tangga Nathan
  • Tempelherr, Kristen, Pejuang perang
  • Sultan Saladin, Islam, sultan
  • Sittah, Islam, adik sultan saladin

Ketika Nathan pulang dari perjalanan dagangnya, Nathan diberitahu bahwa rumahnya terbakar dan Recha anak angkatnya hampir saja ikut terbakar di dalam rumah tersebut, sebelum akhirnya ditolong oleh seorang Tempelherr. Daja dan Recha sangat mempercayai, kalau Tempelherr adalah anugrah dari Tuhan untuk menolong Recha dari kebakaran itu. Mereka percaya Tempelherr adalah seorang malaikat. Tetapi Nathan berpikir lebih logis, Tempelherr hanyalah manusia biasa. Walau demikian, Daja dan Recha tetap besikukuh, kalu Tempelherr adalah malaikat.

Nathan memutuskan untuk mengundang Tempelherr ke rumah sebagai ucapan terimakasih, maka Nathan memutus Daja untuk mengundang Tempelherr. Awalnya Tempelherr menolak untuk memenuhi undangan tersebut, karena menurutnya kejadian itu adalah manusiawi, sebagai manusia harus menolong sesama. Tetapi akhirnya Tempelherr mau datang juga, setelah ia mengetahui siapa itu Nathan.

Akhirnya Tempelherr bersandang ke rumah Nathan, dari situlah Nathan mengetahui bahwa Tempelherr adalah salah satu pejuang Perang Salib yang harus mendapat hukuman mati dari Sultan Saladin, tetapi diampuni Sultan, karena wajah Tempelherr sangat mirip dengan kakak laki-laki sultan yang hilang. Dari awal Recha sudah menyukai Tempelherr, karena telah menolongnya dari kebakaran. Bahkan Recha mencintai Tempelherr.

Pada saat itu juga, keuangan Sultan Saladin sedang tidak baik, lalu ia meminta menteri keuangannya untuk meminjam uang dari Nathan yang kaya raya itu. Awalnya Nathan tidak mau meminjamkan, ia ingin tahu dulu untuk apa uang itu sebenarnya. Maka Nathan pun berkunjung ke Istana Sultan.

Sultan telah mengetahui tentang Nathan yang terkenal sangat bijaksana itu. Ia ingin mengetes Nathan dengan pertanyaannya. Maka bertanyalah Sultan "Hei Nathan, menurut mu agama mana yang paling baik?" Nathan diam tidak menjawab, lalu ia menjawabnya dengan sebuah dongeng Ringparabel.

-- Ringparabel

Alkisah hiduplah seorang ayah, yang hampir meninggal dan ia mempunyai tiga anak laki-laki. Ia ingin sekali mewarisi suatu barang kepada ketiga anaknya. Sayangnya sang ayah hanya mempunyai satu cincin. Lalu pergilah ia ke orang bijak, dan bertanya tentang masalah ini, sang bijak menyuruh sang ayah membuat dua cincin duplikat untuk anak anaknya. Ternyata hasil duplikatnya sangat amat bagus, dan benar benar tidak bisa dibedakan dengan yang asli. Pada saat sang ayah meninggal, ketiga anak itu mulai meributkan, punya siapa yang asli dan punya siapa yang tidak. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke pengadilan, dan pengadilan menyatakan ketiga cincin itu sama, tidak ada yg palsu.

*dari kisah ini, Nathan menyiratkan ketiga cincin tersebut adalah ketiga agama, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi, yang ketiganya di mata tuhan sama saja..

--

Mendengar cerita itu, Sultan Saladin menjadi percaya, kalau Nathan adalah seorang yang sangat bijak.

Keadaan yang lain, Recha dan Tempelherr hendak menikah. Pada saat ini Tempelherr sangat bimbang, haruskah ia mengajak Recha untuk masuk ke agamanya, karena yang ia tahu Recha adalah anak seorang Yahudi. Tetapi Daja memberitahunya bahwa Recha adalah seorang Kristen yang telah dibaptis pada saat kecil. (dari sini, tercermin lagi kebijakan Nathan, bahwa ia mengangkat seorang anak, dan membiarkannya tetap Kristen, tidak memintanya untuk menjadi Yahudi juga..)

Nathan ingin tahu asal usul Tempelherr sebelum, Tempelherr menikahi anaknya. Maka dari itu, pergilah Nathan ke seseorang yang mempunyai sebuah buku. Di buku itu tercantum pohon keluarga Tempelherr, dan ternyata di sana tercantum bahwa Tempelherr adalah anak dari Kakak laki-laki Sultan Saladin yang hilang. Lalu yang menakjubkannya lagi, Recha adalah saudara kembar Tempelherr. Jadilah mereka tidak jadi dinikahkan, karena ya memang mereka adalah saudara.

--sekian--

Seperti telah disebutkan tadi, drama Nathan der Weissse ini mengenai agama.

Kalau dari inti ceritanya, dapat ditarik menjadi segitiga benang merah, antara Nathan, Tempelherr, dan Sultan Saladin.

Mereka semua terhubung dengan ikatan saling terimakasih.

Nathan - Tempelherr : Tempelherr menolong Recha dari kebakaran

Tempelherr - Sultan Saladin: Sultan saladin membebaskan Tempelherr dari hukuman mati.

Sultan Saladin - Nathan : Nathan meminjamkan uangnya ke Sultan

Selain itu, pada kasus Recha jatuh cinta pada Tempelherr, sebenarnya adalah karena ada hubugan darah antara keduanya..

***** sekian terimakasih.. tambahin kalo ada yang kurang ya :)

Emilia Galotti

Emilia Galotti merupakan salah satu karya Lessing yang dibuat pada zaman Auklaerung. Mari ikuti saya membahas tentang nyonya Emilia ini. Sekarang saya sedang belajar Literatur Jerman, sayang juga kalo cerita ini dengan mudahnya terhapus dari ingatan saya. duh prolognya panjang amat :p

Tokoh:

  • Emilia Galotti
  • der Prinz Hettore Gonzaga
  • Marinelli (ajudan der Prinz)
  • Conti (pelukis)
  • Graf Appiani (tunangan Emilia G.)
  • Graefin Orsina (tunangan der Prinz)
  • Claudia & Odoardo Galotti (orangtua Emilia G.)

Suatu pagi, Conti memperlihatkan hasil lukisannya ke der Prinz, kali ini lukisan Orsina. Ternyata Conti tidak hanya melukis Orsina tetapi juga ada lukisan lain. Der Prinz menjadi sangat penasaran dan meminta Conti untuk menunjukkan lukisan tersebut. Tidak lama kemudian Conti datang dengan lukisan yang lain itu. Saat melihat lukisan Conti, der Prinz benar benar terpukau, bukan hanya karena bagusnya hasil karya Conti, tetapi juga betapa cantiknya wanita yang ada di sana.

Saat itu juga pangeran langsung jatuh hati pada wanita yang ada di lukisan itu (aih gampang amat jatuh cintanya omm :p ) . Merasa jatuh cinta dan langsung juga melupakan kalau dia sudah punya tunangan. Bener bener penasaran, der Prinz pun memanggil ajudannya- Marinelli. Ternyata tak terduga Marinelli kenal dengan wanita yang ada di lukisan itu.

der Prinz: "eh lo kenal doi ga? sumpah dah hati gw meleleh ini!!"

Marinelli: "yaelaaah dia..."

der Prinz: "apa lo? kenal ga??"

Marinelli: "ya kenal lah.. doi kan besok mau nikah."

der Prinz: "sumpah lo? ga salah liat?? sama siapa? orang kaya juga?"

Marinelli: "dia itu Emilia. Anaknya Galotti, rakyat biasa sih, tapi dia nikah sama si Graf (sekelas bangsawan) Appiani."

der Prinz: "alamak! kita harus batalin pernikahan mereka!!!!!"

Cuma gara gara lukisan, si der Prinz langsung lupa deh sama semuanya. Padahal dia juga udah punya tunangan.. Marinelli dan der Prinz berdiskusi, dan akhirnya memutuskan cara penggagalan rencana pernikahan itu, yaitu dengan cara, memanggil Appiani ke istana dan nyuruh dia ke negeri yang jauh, katanya ada hal yang harus diselesaikan di sana. Wah nyatanya ga berhasil tuh. Appiani dengan tegas menolak, "besok gw kawin. ah gile aje lo Prinz"

Okeh, rencana pertama gagal. Der Prinz dan Marinelli langsung bikin rencana kedua buat besok pagi. Sekarang giliran der Prinz menyambangi rumah keluarga Galotti. Dia pengen liat langsung sang emilia dan juga pengen tahu gimana keadaan keluarga Emilia. Sayangnya, Emilia ga di rumah, kata orangtuanya dia lagi ke gereja. Demi cinta buta, der Prinz pun menyambangi gereja untuk liat Emilia. Di sana mereka bertemu, dan intinya Emilia tahu kalau der Prinz itu suka sama dia, orangtua Emilia pun tahu kalau der Prinz itu suka sama Emilia. Bahkan ibunya sempat senang, karena ada kemungkinan taraf hidupnya akan membaik.

Hari pernikahan pun datang juga. Emilia dan Appiani beserta keluarga dan rombongan pernikahan menuju gereja di Guastalla. Nah di perjalanan itu, mulailah rencan kedua digencarkan.

Rencana itu adalah, Graf Appiani harus dibunuh, tapi bukan lewat tangan der Prinz langsung, melainkan Marinelli. Di perjalanan itu keadaan benar benar kacau. Sampai sampai tidak ada yang tahu kalau sedang terjadi pembunuhan, mereka mengira sedang terjadi perampokan (kalo diliat dari latar sih, ya memang memungkinkan).

Karena situasi sangat kacau, der Prinz ga mau dong Emilia-nya terluka gara gara situasi yang kacau balau itu. Akhirnya dia bilang ke Marinelli, kalau Emilia harus dibawa ke Istananya biar aman.

Sampai di istana, emilia diasingkan ke sebuah kamar. Pada saat itu, Emilia menanyakan tentang keberadaan ibu, ayah, dan Appiani. Sebenarnya Emilia mulai menyadari, kalau ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi. Ini bukan perampokan biasa. Karena Emilia terus menanyakan di mana ibunya, akhirnya der Prinz menyuruh Marinlli untuk membawa Claudia. Akhirnya Claudia bertemu dengan Emilia di kamar tersebut. (di sini sangat ambigu, apa yg mereka bicarakan, lebih baik tidak saya tulis..)

Tidak lama Claudia datang, datanglah Orsina. Ia ingin menemui kekasih hatinya itu. Tetapi bukan der Prinz yang ia temukan, malah Marinelli. "biasanya ga gini deh.." begitu batin Orsina.

Orsina: "hoi Marinelli, mana si Prinz? gw kirim surat kok ga dibales?? Pake pindah istana pula, aneh deh.."

Marinelli: "doi lagi sibuk.. ga sempet bales surat. bahkan belom dibaca suratnya.."

Orsina: "pasti ada yang aneh nih.. Ada cewek lain kan di sini? pasti itu!"

Marinelli: "iya emang ada."

Orsina: "siapa dia??"

Marinelli: "emilia"

Orsina: "oooooh..."

Akhirya Marinelli pun menceritakan semuanya ke Orsina. Bahwa der Prinz secara tidak langsung membunuh Appiani hanya karena Emilia. der Prinz benar benar cinta buta dengan Emilia. Di sini terlihat Orsina hanya diam mendengarkan cerita..

Setelah mendengar cerita itu, Orsina segera menemui Odoardo dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Juga memberitahu Odoardo di mana anaknya saat ini. Orsina mengisiki Odoardo untuk membunuh der Prinz di istananya. Odoardo pun setuju dengan rencana itu, ia tak mau anak satu satunya itu terkurung dan terluka hatinya. Di perjalanan menuju Istana, Odoardo bertemu dengan Claudia, lalu ia menceritakan semua apa yang sebenarnya terjadi. Ia meminta Orsina untuk membawa istrinya pulang.

Dengan susah payah, akhirnya Odoardo dapat menemui Emilia. Odoardo pun menceritakan keadaan yang sebenarnya. Emilia tidak terlalu terkejut, karena ia sudah menduganya. Di sini Emilia sempat berdebat dengan ayahnya. Saat itu ayahnya membawa keris untuk membunuh der Prinz, tetapi Emilia menarik tangan ayahnya dan menusukkan keris itu ke tubuhnya sambil bilang " Eine Rose gebrochen, ehe der Sturm sie entblätert-- Lassen Sie mich sie küssem, diese väterliche Hand.." intinya biarkan sebuah mawar patah, sebelum badai mulai.. biarkan saya menciumnya, tangan Bapak ini..

Mendengar keributan, datanglah der Prinz dan Marinelli yang tidak tahu kalau Odoardo ada di sana. Saat itu juga melihat Emilia yang meninggal, der Prinz murka..

--- Selesai---

Dalam Drama Traugeschichte (cerita kesetiaan) ini, Lessing mengkritik periode Aufklaerung,Prinz ingin menguasai Emilia batin maupun fisi

Sangat terbuka untuk tambahan, kritik, dan saran :)

Begitulah.. Semoga bermanfaat :)>

Emilia Galotti

Emilia Galotti merupakan salah satu karya Lessing yang dibuat pada zaman Auklaerung. Mari ikuti saya membahas tentang nyonya Emilia ini. Sekarang saya sedang belajar Literatur Jerman, sayang juga kalo cerita ini dengan mudahnya terhapus dari ingatan saya. duh prolognya panjang amat :p

Tokoh:

  • Emilia Galotti
  • der Prinz Hettore Gonzaga
  • Marinelli (ajudan der Prinz)
  • Conti (pelukis)
  • Graf Appiani (tunangan Emilia G.)
  • Graefin Orsina (tunangan der Prinz)
  • Claudia & Odoardo Galotti (orangtua Emilia G.)

Suatu pagi, Conti memperlihatkan hasil lukisannya ke der Prinz, kali ini lukisan Orsina. Ternyata Conti tidak hanya melukis Orsina tetapi juga ada lukisan lain. Der Prinz menjadi sangat penasaran dan meminta Conti untuk menunjukkan lukisan tersebut. Tidak lama kemudian Conti datang dengan lukisan yang lain itu. Saat melihat lukisan Conti, der Prinz benar benar terpukau, bukan hanya karena bagusnya hasil karya Conti, tetapi juga betapa cantiknya wanita yang ada di sana.

Saat itu juga pangeran langsung jatuh hati pada wanita yang ada di lukisan itu (aih gampang amat jatuh cintanya omm :p ) . Merasa jatuh cinta dan langsung juga melupakan kalau dia sudah punya tunangan. Bener bener penasaran, der Prinz pun memanggil ajudannya- Marinelli. Ternyata tak terduga Marinelli kenal dengan wanita yang ada di lukisan itu.

der Prinz: "eh lo kenal doi ga? sumpah dah hati gw meleleh ini!!"

Marinelli: "yaelaaah dia..."

der Prinz: "apa lo? kenal ga??"

Marinelli: "ya kenal lah.. doi kan besok mau nikah."

der Prinz: "sumpah lo? ga salah liat?? sama siapa? orang kaya juga?"

Marinelli: "dia itu Emilia. Anaknya Galotti, rakyat biasa sih, tapi dia nikah sama si Graf (sekelas bangsawan) Appiani."

der Prinz: "alamak! kita harus batalin pernikahan mereka!!!!!"

Cuma gara gara lukisan, si der Prinz langsung lupa deh sama semuanya. Padahal dia juga udah punya tunangan.. Marinelli dan der Prinz berdiskusi, dan akhirnya memutuskan cara penggagalan rencana pernikahan itu, yaitu dengan cara, memanggil Appiani ke istana dan nyuruh dia ke negeri yang jauh, katanya ada hal yang harus diselesaikan di sana. Wah nyatanya ga berhasil tuh. Appiani dengan tegas menolak, "besok gw kawin. ah gile aje lo Prinz"

Okeh, rencana pertama gagal. Der Prinz dan Marinelli langsung bikin rencana kedua buat besok pagi. Sekarang giliran der Prinz menyambangi rumah keluarga Galotti. Dia pengen liat langsung sang emilia dan juga pengen tahu gimana keadaan keluarga Emilia. Sayangnya, Emilia ga di rumah, kata orangtuanya dia lagi ke gereja. Demi cinta buta, der Prinz pun menyambangi gereja untuk liat Emilia. Di sana mereka bertemu, dan intinya Emilia tahu kalau der Prinz itu suka sama dia, orangtua Emilia pun tahu kalau der Prinz itu suka sama Emilia. Bahkan ibunya sempat senang, karena ada kemungkinan taraf hidupnya akan membaik.

Hari pernikahan pun datang juga. Emilia dan Appiani beserta keluarga dan rombongan pernikahan menuju gereja di Guastalla. Nah di perjalanan itu, mulailah rencan kedua digencarkan.

Rencana itu adalah, Graf Appiani harus dibunuh, tapi bukan lewat tangan der Prinz langsung, melainkan Marinelli. Di perjalanan itu keadaan benar benar kacau. Sampai sampai tidak ada yang tahu kalau sedang terjadi pembunuhan, mereka mengira sedang terjadi perampokan (kalo diliat dari latar sih, ya memang memungkinkan).

Karena situasi sangat kacau, der Prinz ga mau dong Emilia-nya terluka gara gara situasi yang kacau balau itu. Akhirnya dia bilang ke Marinelli, kalau Emilia harus dibawa ke Istananya biar aman.

Sampai di istana, emilia diasingkan ke sebuah kamar. Pada saat itu, Emilia menanyakan tentang keberadaan ibu, ayah, dan Appiani. Sebenarnya Emilia mulai menyadari, kalau ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi. Ini bukan perampokan biasa. Karena Emilia terus menanyakan di mana ibunya, akhirnya der Prinz menyuruh Marinlli untuk membawa Claudia. Akhirnya Claudia bertemu dengan Emilia di kamar tersebut. (di sini sangat ambigu, apa yg mereka bicarakan, lebih baik tidak saya tulis..)

Tidak lama Claudia datang, datanglah Orsina. Ia ingin menemui kekasih hatinya itu. Tetapi bukan der Prinz yang ia temukan, malah Marinelli. "biasanya ga gini deh.." begitu batin Orsina.

Orsina: "hoi Marinelli, mana si Prinz? gw kirim surat kok ga dibales?? Pake pindah istana pula, aneh deh.."

Marinelli: "doi lagi sibuk.. ga sempet bales surat. bahkan belom dibaca suratnya.."

Orsina: "pasti ada yang aneh nih.. Ada cewek lain kan di sini? pasti itu!"

Marinelli: "iya emang ada."

Orsina: "siapa dia??"

Marinelli: "emilia"

Orsina: "oooooh..."

Akhirya Marinelli pun menceritakan semuanya ke Orsina. Bahwa der Prinz secara tidak langsung membunuh Appiani hanya karena Emilia. der Prinz benar benar cinta buta dengan Emilia. Di sini terlihat Orsina hanya diam mendengarkan cerita..

Setelah mendengar cerita itu, Orsina segera menemui Odoardo dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Juga memberitahu Odoardo di mana anaknya saat ini. Orsina mengisiki Odoardo untuk membunuh der Prinz di istananya. Odoardo pun setuju dengan rencana itu, ia tak mau anak satu satunya itu terkurung dan terluka hatinya. Di perjalanan menuju Istana, Odoardo bertemu dengan Claudia, lalu ia menceritakan semua apa yang sebenarnya terjadi. Ia meminta Orsina untuk membawa istrinya pulang.

Dengan susah payah, akhirnya Odoardo dapat menemui Emilia. Odoardo pun menceritakan keadaan yang sebenarnya. Emilia tidak terlalu terkejut, karena ia sudah menduganya. Di sini Emilia sempat berdebat dengan ayahnya. Saat itu ayahnya membawa keris untuk membunuh der Prinz, tetapi Emilia menarik tangan ayahnya dan menusukkan keris itu ke tubuhnya sambil bilang " Eine Rose gebrochen, ehe der Sturm sie entblätert-- Lassen Sie mich sie küssem, diese väterliche Hand.." intinya biarkan sebuah mawar patah, sebelum badai mulai.. biarkan saya menciumnya, tangan Bapak ini..

Mendengar keributan, datanglah der Prinz dan Marinelli yang tidak tahu kalau Odoardo ada di sana. Saat itu juga melihat Emilia yang meninggal, der Prinz murka..

--- Selesai---

Dalam Drama Traugeschichte (cerita kesetiaan) ini, Lessing mengkritik periode Aufklaerung,Prinz ingin menguasai Emilia batin maupun fisi

Sangat terbuka untuk tambahan, kritik, dan saran :)

Begitulah.. Semoga bermanfaat :)>

Selasa, 05 Oktober 2010

blogger-emoticon.blogspot.comWah baru tahu saya kalo hari ini adalah hari guru sedunia. kalau HUT TNI siih sudah hapal. soalnya barengan sama ultah om..

Saya lihat di inet, hari ini hari guru dan hari TNI. saya baru menyadari, ternyata keluarga besar (dari ayah saya)merupakan keluarga guru dan TNI.

Kakek saya sendiri adalah blogger-emoticon.blogspot.comseorang angkatan darat (wah ga tau deh pangkatnya apa :P) begitupun buyuut saya.

Kalau guru, kakak dan adik ayah saya adalah guru SD, eyang putri dan eyang kakung saya juga guru SD, sepupu ayah saya juga guru, yang ini guru SMA. ih waw keren kan blogger-emoticon.blogspot.com

saya sendiri adalah calon guru.. hihiwblogger-emoticon.blogspot.com
ga nyangka kan..

i,ve never dreamed to become a teacher. but now, i'am studying how to be a german language teacher.. blogger-emoticon.blogspot.com tetap semangat!!

Selasa, 14 September 2010

Semester Enam

Yihaaaaa.. mari kita mereview semester kemarin yang terasa amat sangat berat buat saya..

terasa berat karena pada awal semester saya mengajar bahasa jerman privat kepada seorang calon mahasiswa yang hendak kuliah di Jerman, karena tidak tanggung tanggung menjajar senin sampai jumat, 2 jam per hari. walah cape nyari tambahan materinya.. bener bener ga nyangka bakal seberat itu karena sebelumnya saya cuma mengajar seorang teman, dan di rumah pula. bah.. dan akhirnya kursus berhenti di tengah jalan..

terasa berat juga karena di tengah semester, ayah saya kena serangan jantung dan harus masuk ICCU Harapan Kita..
ditambah terasa berat karena ternyata keadaannya memburuk dan pihak rumah sakit angkat tangan, dan akhirnya ayah dan ibu memilih sebuah pengobatan alternatif di daerah bandung, dan mengharuskan mereka tinggal di sana untuk 2 bulan.

ditambah dengan mata kuliah yang mewajibkan mahasiswa membuat karangan seminggu sekali dan mempresentasikannya (Freier Vortrag) dan juga karya ilmiah untuk mata kuliah Sprachlehr und Lernforschung (penelitian pengajaran dan pembelajaran bahasa)..
dan semeter ini sungguh menyenangkan, karena di 3/4 semeter ada KKL, yang telah saya buat reviewnya pada post "Bali Overland"

sebenarnya beratnya karena saya tinggal di rumah hanya berdua dengan kakak saya, yang pada saat itu juga sibuk dan jarang di rumah. saya yang anak mamih ini harus mengerjakan perkerjaan rumah tangga sendirian. hampir tiap hari berangkat kuliah jam 6 pagi, pulang jam 6 sore. intinya sih terasa berat karena di rumah sendirian dan menghadapi kenyataan ayah saya sedang sakit keras..

dan akhirnya tibalah pada saat UAS. kuliah kali ini saya merasa lebih santai, walaupun keadaan rumah kacau balau (dalam arti kiasan dan sesungguhnya )
uas uas bisa saya hadapi walau harus menelan pahit beberapa hari menjelang uas, ayah saya meninggal.

akhirnya nilai nilai keluar juga. Nilai saya tidak ada yang C (sumpah ini ga pernah terjadi sebelumnya ) dan ternyata ada yang E (sumpah ini pernah terjadi juga sebelumnya )

dan mata kuliah apakah itu? SUMPAH itu SLLF.. bah!
pada saat saya mendapatkan nilai itu, saya langsung berpikir:
"halah ngapain dulu gw bela belain pulang malem, tiap akhir pekan ngerjain tugas sama temen sekelompok, kalo akhirnya dapet E. Tau gitu mending ke Bandung nyamperin bonyok. " karena sempat beberapa akhir pekan yang sudah saya rencanakan tadinya hendak ke Bandung malah harus isap jempol, karena deadline tugas mata kuliah tersebut. tapi sebenarnya saya sudah mengira bakal demikian, karena saya sendiri akhirnya tidak ikut bikin tugas akhir, karena kena musibah

wah beneran harus ngulang setahun lagi ini namanya. bah!
2 hari setelah nilai keluar diajak chatting sama senior tingkat akhir yang juga tidak lulus mata kuliah tersebut. Dia ngajakin SP. Dalam hati berbicara: wah kalo beneran bisa terwujud dunia kiamat nih..
ternyata besoknya dapet panggilan dari sang senior untuk menghadap dosen tersebut. ada 4 orang yang tidak lulus, dan kami tidak SP melainkan mengerjakan sebuah karya ilmiah untuk perbaikan dan harus dikumpul minggu depannya..

yah tentu saja semua yang berujung manis tidak mudah dan memang harus diperjuangkan. karena kesempatan macam ini ga bakal datang dua kali. akhirnya kami lulus dengan nilai D
fuuuuuuhhh lega juga.. walau akhirnya inilah nilai D perdana saya, dan harus menjadi yang terakhir

my special thanks to: Putra dan Lincoln '04
wah tanpa mereka beliau ga bakal luluh dan ada kesempatan kedua macam ini

terimakasih banyak.. saya janji untuk ayah dan ibu saya dan diri saya dan semua yang menyayangi saya, saya akan belajar dengan sangat giat..

kalimat saya yang memotivasi saya sendiri: "Tinggal nyenengin orangtua satu biji aja masa ga bisa bisa sih?"

Jumat, 06 Agustus 2010

Alay Teriak Alay

Belakangan ini makin santer terdengar kata kata Alay, yang buat saya sendiri kata itu bukanlah kata baru, melainkan sudah sering saya dengar dari beberapa tahun belakangan ini.

Fenomena "Alay" yang banyak dibicarakan orang, mungkin bagi orang yang menyebutnya, sepadan dengan gugusan kata berikut: Anak kampung yang mencoba gaul.
Nampaknya fenomena ini benar benar "mengganggu" ketentraman anak gaul dalam kehidupan sosialnya.

Jadi bingung kan? Okelah kita bahas satu per satu. tidak dalam definisi, tapi melalui ciri ciri yg dibentuk oleh masyarakat, yang bisa dikatakan orang tersebut terjangkit fenomena "Alay" bila:
  1. Menulis dengan huruf besar kecil tidak pada tempatnya dan menggunakan semua karakter untuk mengganti huruf baku. Contoh: h@Y 9i3 aPa NiYcH?
  2. Suka mendengarkan lagu lagu dari band "Alay". misalnya band pendatang baru, yang namanya sulit dimengerti dan lagunya terdengar aneh.
  3. Suka melihat tayangan televisi yang programnya "enggak banget"
  4. Kalo ngomong suka lebay. contoh: "Halloooohhh.. lagi apa looohhhh??"
  5. Kalo berpose foto suka yang aneh aneh. Informasi yang saya dapat dari perbincangan orang di Twitter adalah: pose foto dengan telunjuk di mulut. "sssttttt"
  6. Mungkin juga dari fashion dan gaya rambut. misalnya bonding, atau rambut yang model penyanyi band.
  7. dan masih banyak ciri ciri lain yang beredar luas di masyarakat.
Sampai saat ini fenomena Alay benar benar membuat jijik beberapa kalangan masyarakat. Saya sendiri sering melihat komen di berbagai situs jejaring sosial.
Contoh: "Ah dasar alay lo!" Nah cuma mulai dari kalimat ini saja, pihak lain mulai terpancing, dan jadilah "Alay teriak Alay"

Saya bingung, kenapa orang yang mengaku dirinya lebih gaul dan lebih dibanding orang lain, masih saja memandang orang sebelah mata. Hanya dari bagaimana caranya bergaul. Saya sendiri berteman dengan orang yang masih menggunakan ciri ciri "alay".. Oh dear, coba lihat teman teman saya itu. Mereka yg dicap alay adalah manusia manusia cemerlang di kelas, pengetahuannya boleh diadu deh, gk kalah dengan orang yang mengaku bukan kalangan "Alay".

Saya sendiri lebih suka eksistensi kata alay dibanding dengan eksistensi kata "Autis" yang bukan pada tempatnya. Misalnya: "Ih jadi autis deh lo kalo udah megang BB"
Oh man! Autis itu bukan sembarang kata. Gak lucu dan gak pada tempatnya menggunakan kata itu.

Autis adalah kondisi orang yang tidak mampu membuat hubungan sosial atupun komunikasi dengan baik sejak lahir atau balita. So, menurut saya itu tidak tepat digunakan untuk situasi "lelucon". Bagaimana perasaan ibu seorang anak autis bila mendengar kata tersebut dipakai tidak pada tempatnya? Bukankah kita harus saling menjaga perasaaan orang lain?

Sedangkan Alay adalah pilihan jalan hidup orang dalam caranya bergaul. Kalau dia nyaman, dan tidak menyakiti hati Anda, buat apa Anda ribut dengan cara hidupnya.

dari sini saya sampaikan, lebih baik kita saling toleransi antara gaya hidup orang lain, dan STOP penggunaan kata autis sebagai lelucon!!

Salam damai, mau puasa =D

Rabu, 28 Juli 2010

Bali Overland

Bali Overland – KKL Jurusan Bahasa Jerman ’07 (3-8 Mei 2010)
Heiho.. sudah gw rencanakan banget, gw bakal nulis tentang perjalanan jakarta bali, kkl angkatan gw yang fenomenal ini. Tapi kemaren belom sempet karena you know lah, 4 hari setelah gw pulang dr bali, bokap gw pulang ke Rahmatulloh 
Yo men.... tetep aja KKL gw ini adalah hal yang paling berkesan buat gw khususnya, dan buat temen temen gw seangkatan yang berangkat bareng ke sana umumnya, juga mungkin buat dosen dan anaknya dosen, dan juga buat sang travel tour, dan juga para supir dan keneknya :D. Setelah melalui penggodokan rapat yang alot sekitar 6 bulanan, sampe suara-suara yang tak terdengar, sampe benci yang menyembul sebelum keberangkatan, sampai akhirnya pasrah menerima apapun hasilnya, sampe akhirnya menikmati perjalanan dan melupakan perseteruan dan sebagainya itu. It was fun guys!
Yup kami menggunakan sebuah travel tour yang bernama Wiyata, udah terkenal banget di kampus UNJ, karena katanya yang buat dan yang bekerja di sana adalah titisan mahasiswa UNJ juga. Dengan biaya awal Rp. 1. 160.000; termasuk akomodasi, penginapan, makan, dan tiket masuk kawasan wisata kita bisa jalan jalan di bali selama 3 malem 3 hari (nah loh -___-‘). Tetapi beberapa hari sebelum keberangkatan, kami ditawarin untuk pindah hotel, dari yang awalnya hanya melati atau berbintang 1 (lupa :p) diganti menjadi yang berbintang 2, dan satu kamar berdua, tadinya satu kamar berempat. Kami harus menambah Rp. 40.000 bila mau pindah ke hotel yang berbintang 2 itu. Setelah melalui perbincangan akhirnya kami memilih yang sekamar berdua dengan pertimbangan kamar mandi, karena kalau berempat, kami akan butuh waktu banyak untuk mandi. Maklum lah, KKL kali ini mayoritas cewek, dan hanya ada 3 cowok.
Okeh.. masalah teknis selesai.. akhirnya beraangkaaaaaaaaaat.....
3 Mei 2010
Berangkat dari kampus jam 7 katanya, kita harus udah kumpul jam 6. Alhamdulillah pas gw nyampe kampus jam 6an, bis udah ada. Kami naik bis Blue Star kapasitas berapa yak gw lupa, yang ikut ada 40an, beserta 3 dosen PA masing masing, dan satu anak dosen. Berangkat jam 7 lewat beberapa menit, karena harus nungguin temen yang lagi sakit perut di kamar mandi. bali bis Kami dipandu seorang tour leader dan seorang tour guide, mereka yang akan menjelaskan tentang perjalanan jakarta bali, sampe di bali akan ada tour guides lagi.
Kami makan siang di Pringsewu Cirebon, nama restoran berubah pas udah mau nyampe ke pringsewu, di jadwal tertulis Rm Kali Jaga Cirebon. Tauk dah mana yg lebih bagus. Di Pringsewu ini, kita turun dari bis udah disambut sama mbak dan mas mas berpayung yang siap mayungin kita dari bis sampe ke pintu masuk, padahal gk hujan sama sekali, emang sih panas terik, but i think it’s too much. Pas sebelum makan, beberapa teman ditanyain ulang tahunnya, makanannya prasmanan biasa aja. Nah pas makan tiba tiba ada suara kedombrangan. Ternyata yang ultah bulan april dan mei, mereka berikan selamat dengan cara kira kira 6-8 karyawan masing masing megang alat musik, trus ada yang nyanyi sambil bawa 2 nasi kuning. Yang ultah disuruh maju, dan nyuapin nasi kuning ke orang terdekat, dan diambil fotonya dan setelah makan dikasih hasil fotonya. Temen gw yang ulang taun bukannnya seneng malah pada malu. Hihihw.. setelah makan selesai, ada yang sholat dan ke kamar mandi, waktu itu gw masih halangan, jadi duduk2 aja. Ternyata ada yang ngasih sulap kecil kecilan dan game gitu. Yo men.. lanjut jalan ke Jawa Tengah, dan Ketapang Banyuwangi. Lupa makan di rumah makan apa, yang jelas namanya jarang yang sama dengan yang di jadwal, tapi waktu makannya pas berangkat dan di bali tepat terus, jadi belom ada yang sakit pas perjalanan pergi kecuali satu temen, cowok pula, yang emang udah sakit seblom berangkat.
4 Mei 2010
Kita bermalam di bis deh pokoknya, dan bangun bangun udah ada di Probolinggo, di RM. Bromo Asri, yang keren adalah ini rumah makan punya puluhan kamar mandi. Jadi pas tiba di sana jam 5an waktunya sholat subuh, karena gw gk sholat, jd gw mandi aja. Ya lumayan bersih lah.. kemudian perjalanan lanjut lagi menuju Ketapang Gilimanuk, mau nyebrang nih kite... tapi karena perjalanan KKL ini adalah yang bersifat Tourismus, bukan Studi banding, jadi sepanjang perjalanan kita belajar “sedikit banget” cara tour guiding. So kita juga dapet giliran untuk belajar mengguide di atas bis, kalo gk salah sepanjang perjalanan Purworejo - Ketapang – Bali.
Akhirnya pas makan siang, Dzuhur juga, kita sampe di Gilimanuk, nyebrang jam 1 an. Aih nampaknya itu satu satunya rumah makan yang ada di pulau jawa dan paling deket ke pelabuhan dan pulau bali. Dari rumah makan, kita udah bisa liat pulau bali yang terpisah oleh lautan... hihiw. Catatan buat rumah makan Grafika Ketapang, coba tolong cuci gelas dan alat makan dengan bersih, karena kerak sisa sabun menempel dengan apik di alat makan, khususnya gelas. Lalu kami nyebrang pake Ferry, membutuhkan waktu 1 jam, nampaknya lebih, karena pas nyebrang ada angin kenceng dan sedikit gerimis, dan kapal sempet terombang ambing di tempat yang sama, yakni di tengah lautan, bali masih jauh, jawa juga udah jauh. Akhirnya tiba di Gilimanuk jam 14.30 an.. sesuai di jadwal banget loh :D
Pas udah di Gilimanuk, jangan kegirangan dulu, begitu kata tour guide yang emang orangnya kocak, kita masih butuh waktu 4 jam perjalanan menuju Denpasar, kaya Jakarta – Cirebon. Okelah perjalan dilanjutkan sambil belajar jadi tour guide. Masing masing anak dapet waktu 15 menitan buat ng-guide.
Akhirnya udah sore, udah maghrib, sampe di sebuah rumah makan, gk tau namanya apa. itu udah di Denpasar. Setelah makan, karena ngejar sholat maghrib, jadinya kita langsung naik bis dan menuju hotel Sari Nikita, yang disingkat hotel Niki. Di perjalanan menuju hotel, kita dikenalin ke Beli Ray, yang akan memandu kita di Bali. Sayangnya dia jago bahasa Jepang bukan Jerman. Karena kita dijanjikan seorang tour guide yang bisa bahasa Jerman. Beli Ray ini, menurut gw orangnya kocak aja dan seneng banget ngejelasin tentang agama dan budaya, dibanding ngejelasin tentang objek wisatanya (i think, it’s ok!.. cz tentang objek wisata kita kan bisa cari di google, tapi kalo masalah agama sama budaya yang “kletik” kan mesti banyak tanya biar lebih jelas).
Kami akan bermalam di hotel Niki ini. Satu kamar 2 anak, dengan kamar mandi shower di dalam, 2 tempat tidur single, tv, telpon, dan ac. Tentu saja tiap kamar memiliki kelebihan masing masing dibanding kamar lain. Misalnya, kamar gw punya remote ac, temen gw gak. Kamar temen gw yg lain wc nya bersih, gw gak. kamar temen temen gw lampunya terang, kamar gw gak. ya begitulah dan kelebihan kelebihannya dan juga keluhan dari teman teman lain yang sama parahnya, juga ada kelebihan seperti pas tidur jadi kererepan, dll..
5 Mei 2010, GIANYAR TOUR
Kami diharuskan tidak telat. Ya seperti biasa jurusan bahasa jerman, yang ikut cara pikir orang jerman, yaitu gk ada kata telat. Juga kalo mahasiswa telat, takut bakal diomelin sama dosen dosen.. Jam 7 teng, gw udah turun dari kamar gw yang ada di lantai 3, turunnya pake tangga, sambil bawa tas yang isinya buku, makanan, dan minuman :D
Hebat deh, hari itu gw udah gk dapet lagi. Alloh maha adil, soalnya kalo ke bali ada tempat tempat tertentu yang kalo cewek lagi halangan gk boleh masuk, karena dianggap lagi kotor. Kalo melanggar atau bohong, nanti si cewek bakal kena kejadian yang macem macem, ya Wallohualam dah gw..
Kami udah semangat banget, hari itu rencana awalnya mau ke pusat oleh2 mahadewi, sight seeing Ubud dan Gianyar, makan siang, Desa Adat Panglipuran, Sukawati, Tari Kecak, dan makan malam.
Sayang sungguh sayang. Udah jam 8 belom mulai juga tuh jalan jalan, baru mulai jam 9. Katanya sih orang travel ada yang telat. HALAH!! Jadilah jadwal berubah, pertama sight seeing keubud dan gianyar. okeh teman apa itu sight seeing, itu adalah ya kayak liat liat kota dari dalem bis. Berhubung sudah siangan dan ubud udah rame, jadi bis gk bisa menepi, jadi kita juga gk bisa turun, karena ubud itu jalanan kecil, Cuma muat 2 mobil.. yaudin yaudin..
Lanjut ke Desa Adat Panglipuran. Wew i really really like it! Oh iya di hari ke 2 ini, kita dikenalin sama tour guide dari Bali yg bisa bahasa Jerman, yaitu Beli Sudi. Keren loh bahasa Jermannya, doi bisa “Fliessend” aja gitu ngomong, walaupun Grammatikfehler pasti ada, tapi dia baru 2 bulan seriusan belajar bahasa Jerman, weleh kalah dah kita. Di sana kita bisa liat komplek komplek rumah yang etnik banget, karena setiap rumah di bali, yang agamanya Hindu bali harus punya satu pura buat sembahyang tiap hari sebelom beraktifitas. Di panglipuran ini ada satu komplek pura yang kalo lo lagi dapet gk boleh masuk.
Kenapa Panglipuran dijadikan desa adat?
1. Karena doi berada paling tinggi di permukaan pulau bali. Di bali, kalo rumah makin tinggi, jadinya makin bagus, karena makin dekat ke yang di atas.
2. Karena masyarakatnya juga yang paling tradisional (bukan berarti udik tapi unik). Masyarakatnya itu masih pergi ke pasar buat kerja, bukan pekerjaan lain.
3. Desa ini adalah desa paling bersih se Indonesia (that’s why i love it!)
4. Yang pasti AWESOME
Buat gw dan emeh ini tambah spesial lagi, karena kalo lo udah baca Perahu Kertas, kita selalu membayangkan si Poyan tinggal di desa yang macam ini. Uhuhu keren :D
Setelah panglipuran, matahari udah terik banget, kita makan siang di sebuah rumah makan Padang. U yeah!! Keren bukan? Selama perjalanan itu menunya kebanyakan sop, potongan mini dari ayam, atau ikan tepung, dan semangka. Nah di rumah makan padang islam yang letaknya di deket Celuk ini, kita bebas milih ayam gule, rendang, atau keduanya. Weh lahap lahap deh makan di sini. Di lantai 2 rumah makan ini ada Musholanya lo, jadi kita sholat Dzuhur di sini.
Abis itu perjalanan dilanjutkan ke Sentra Oleh Oleh Galuh, itu tempat makanan khas Bali, ya kacang kacangan dan manisan, juga ada souvenir (agak mahal tp bagus) dan juga ada Arak Bali. Selesai belanja di sana, perjalanan dilanjutkan ke Celuk, Celuk itu adalah pusat kerajinan Perak. Kita ke sebuah toko yang masang harga selangit, buat turis domestik harganya setengah dari harga bule. Kami Cuma masuk doang, gk beli.. ternyata ini tempat rekomen dosen. Ada juga sih temen yang beli, itu juga cm satu orang. Hihiw
Lanjut langsung ke Sukowati yang jaraknya lumayan jauh lah.. kita tiba di sana udah jam 4an dan Sukowati tutup jam 5. Nah loh... pengen puter puter tapi gk ada kesempatan. Ada penjual yang galak pula. Halah! dan juga banyak anjing berkeliaran (wew gw udah trauma sm anjing, jadinya dengkul gw gemeteran terus)..
Selesai belanja, semua perempuan mengeluh kehabisan uang. Weleh weleh.... lalu kami melaju ke Gianyar, tempat nonton Tari Kecak. Wew keren nih, tari kecak agak Indoor dan emang mini, gk besar kaya yang di pantai. Tari kecak emang paling bagus ditonton saat matahari terbenam. So.. kita kelewatan maghrib (selama di bali, akibat kesulitan menemukan Masjid atau Mushola, dan juga akibat jadwal, kita selalu jamak jadinya). But yeah AWESOME.. prok prok prok.. pas udah selesai, kita dapet kesempatan foto bareng sama pemainnya, dan dengan ajaib si hanoman mau buka topeng, dan ternyata tampan, dan akhirnya “hanomanbukatopeng” itu dikejar kejar para wanita sampe turis asing pada kebingungan. Malam yang indah bukan.. bali kecak
Trus kita makan malem di sebuah rumah makan bali di pinggir jalan menuju hotel. Not good.. amis amis amis (padahal gw suka ikan loh..) nah pas di sana itu, gw diajakin sama temen gw yang katanya punya temen yang kerja di bali, buat jalan jalan. Hore! Tapi Cuma bisa ngajak 8 orang, karena mobilnya cm satu.
So pas balik ke hotel kita diem diem, takut ada yang gk keajak, nanti gk enak. Sebenernya emang kita dibolehin untuk keluar, kalo emang mau.
Kami berangkat ke Legian, mamiiiiiiiih.. isinya bule semuaaaa.. bali legian gw sama temen gw yang pake kerudung diliatin dari atas sampe bawah sama si bule bule yang nyaris tak berbusana itu. Huhuw. Gw kan gk mau ikutan joget joget. Kita foto foto di depan tugu bom bali I itu bali leg.. trus lanjut lagi ke Kuta. Kuta di malam hari, gelap. Yaiyalah Cuma laut sama pasir doang. Tetep aja it was fun! Gak terasa kita berangkat jam 10an, dan di Kuta itu udah jam 2 pagi. Kaki udah penuh sama pasir pasir dan basah kena ombak.. balik ke hotel dan melanjutkan tidur yang indah.. hari yang panjang bukan :D bali kuta
6 Mei 2010 ULUWATU TOUR
Hari ini adalah hari ke 3 ada di bali, dan hari ke 2 jalan jalan di bali. Hari ini gak ada kata terlambat, jadi kita mulai perjalanan jam 8 teng tong. Pertama kita ke Pura Uluwatu. Di sana ada sebuah pura di atas tebing, yang ceritanya dulu ada orang sakti tapi gak dipercaya sama orang orang, akhirnya di atas tebing itu ada petir dan dia bisa menghilang di sana. Begitu kalo gk salah. Nah perjalanan menuju pura ini, kita harus pake kain penanda, trus kalo pake celana pendek di atas lutut, dikasih sarung sampe selutut. bali ubud Yang halangan gak boleh masuk, jadi temen temen yang lagi dapet itu diajak ke tempat lain sama sang tour guide. Monyetnya sungguh jenaka, kacamata dosen gw diambil monyet, dibawa sampe atas pohon, dan perlu seorang pawang sampe kacamata itu dilempar balik ke bawah. Temen temen gw juga dikejar kejar monyet. Nah ini dia, kemaren pagi di hotel, kita difoto sama seorang penari bali. Ternyata foto kita itu dibuat jadi gantungan kunci. Kalo mau kita disuruh beli 10.000, yaudah gw beli. Karena tangan gw itu rebek dan mampu menghilangkan benda dalam keadaan tak sadar, akhirnya gw memilih untuk menitipkan pada seorang teman. Doi ngegantungin foto gw sama foto dia di tasnya. Nah pas di uluwatu itu, si monyet malah narik foto gw. Huhuh.. gk punya gantungan kunci deh. Pasti sekarang foto gw lagi dipandangin terus tuh sama si nyonyet :D
di Uluwatu itu ada temen gw yang ditomprok sama master monkey. Monyetnya gede banget. Uhuh. Seraaaaaam.. jadilah kami jalan jalan sebentar di tebing tebing itu. Tapi kami gak bisa ke pura, karena itu kan rumah ibadah. Oh iya di sepanjang uluwatu itu, kita dapat menemukan dengan mudah potongan kacamata yang digigitin monyet, potongan gantungan kunci lain, cangkang telor karena si monyet doyan makan telor mentah, dan potongan kayu buat ngusirin monyet.
Setelah itu kami menuju pantai Dreamland. Itu pantai yang terkenal karena si tomi soeharto. Tadinya itu adalah sebuah pantai privat bung tomi, tapi karena rakyat menilai sang gubernur & tomi bekerja sama, akhirnya rakyat murka, dan dibawa ke pengadilan, akhirnya dreamland jatoh lagi ke tangan pemerintah. Jadi sekarang dreamland terbuka untuk umum. Nah karena doi bekas pantai privat, jadinya emang pantainya bagus banget, pasir putih, airnya bersih, dan emang sepi banget. Banyak bule yang surfing ataupun berjemur. Makanya selama perjalanan ke Dreamland itu si beli Ray selalu nyebiut-nyebut tentang SUMUR singkatan dari susu dijemur. drimland Katanya biar kita gak kaget pas ngeliat itu di sana.
Jalan masuk ke dreamland gak serapi kaya ke kuta. Dari parkiran bis dan mobil, kami harus jalan menurun menuju pantai. Jalannya masih jelek, belum disemen apalagi diaspal. Jadi wisatawan harus jalan menurun yang cukup terjal sekitar 200 meter lewat pecahan puing puing semen. bali drimland Tapi semuanya terbayar pas udah sampe di Dreamland itu. Kita sampe di sana jam 10an, main main air di dreamland sampe jam 12an.
Setelah basah (gak ada yang berenang, basah karena kena cipratan ombak doang padahal) dan berlumuran pasir, bali drimm perjalanan dilanjutkan ke Garuda Wisnu Kencana. Sebuah tempat yang berjarak Cuma 15 menit dengan bis dari Dreamland. GWK ini niatnya adalah patung dewa Wisnu naik kencana, begitu kurang lebihnya. Tapi sayang sampe saat ini belum selesai pembangunannnya, karena masalah klasik, yaitu dana. Sampai saat ini baru ada kepala Wisnu, kepala Garuda, dan dua tangan dewa Wisnu. Mereka semua ditempatkan di tempat yang berbeda beda. Tangan wisnu dapat ditemukan sebelum pintu masuk, tetapi masih di kompleknya, dan kepala Wisnu dan Garuda bali gww agak berdekatan. Kepala Wisnu diletakkan agak di atas, jadi kami bisa merasakan teriknya matahari dan suasana segar pegunungan. bali gw
Kami beruntung dapat bertemu Barong dan Leak perempuan bali gwk yang habis melakukan pertunjukkan di atas (tempat kepala Wisnu berada). Kami sempat berfoto dengan mereka. Di sana kami berkeliling satu jam, menyegarkan diri dengan es krim dan tentunya mengeringkan jins yang basah akibat terpaan ombak di dreamland. Bayangkan celana jins yang basah kuyup bisa sampe kering di sana. Terik banget mataharinya boi.. di sana juga sebenarnya wisatawan dapat melihat pertunjukkan seperti tari kecak atau tari tarian yang lain pada jam jam tertentu. Sayangnya kami tiba tidak tepat waktu. Walaupun patung GWK belum selesai dibuat, kami masih bisa melihat miniatur dari patung GWK tersebut.
Selesai ke GWK, baju dan jins sudah kering, saatnya makan siang. Kami makan siang di Mamimu Jangkrik. Kalo kalian tau Joger adalah ladang kata kata lucu, nah Jangkrik ini adalah kaos dengan gambar gambar karikatur lucu. Di Mamimu Jangkrik ini, pengunjung dapat menikmati galeri kartun, restoran dengan orgen tunggal, dan juga belanja kaos dan souvenir Jangkrik.
Perjalanan masih belum selesai. Waktu masih menunjukkan pukul 15.00. perjalanan dilanjutkan ke Pantai Kuta. Berhubung gw udah lebih dahulu mengunjungi kuta di malam hari, jadilah hari itu gw dan temen temen Cuma duduk istirahat di bawah pohon sambil meratapi nasib, udah gk ada niat buat foto foto lagi, karena juga gw lagi mikirin tentang Table Manner. KKL kali ini digabung dengan Table Manner di Hotel bintang empat Inna Kuta Bali. Mereka meng-claim katanya mereka adalah satu satunya hotel yang berada langsung di bibir pantai kuta, dan memang benar.
Berhubung udah gk ada Lust lagi buat main main di Kuta, akhirnya gw dan beberapa temen ketemu sama sang tour leader dari travel, yang langsung ngajak kita ke hotel buat siap siap. Jadilah gw masih punya kesempatan buat mandi dan bebenah dikit.
Table Manner Course dimulai jam 18.30 WITA. Ya seperti biasa kami belajar sedikit, bagaimana sejarah Table Manner dan gimana cara makannya, dan yang paling penting adalah makanannya. Appetizer-nya adalah semangkuk sup tomat (bukan cream) yang rasanya kayak tomat (yaiyalah) dan kayak sayur sop biasa. Setelah itu datanglah senanas salad, kenapa senanas? Karena disajikan di setengah potong nanas, and i hate it. Bau nanasnya itu loooooh... saladnya disajikan dengan sea food, dan ternyata beberapa temen gw alergi sea food. Menurut gw itu sangat disayangkan sekali, harusnya pihak travel ngasih tau dulu menunya apa, jadi gak ada temen temen yang bakal dirugikan kayak gini. Apalagi pas dateng Main Menu-nya adalah lobster kecil dengan dua potong daging steak, so buat temen yang alergi seafood, mereka gak dikasih lobsternya. Rasa makanannya gak enak, bahkan sampe daging steak yang well done itu pun rasanya amis. Buat gw yang oke ya desertnya. Ah lupa apa namanya, yang jelas desert bertema coklat yang rasanya luar binasa.
Selanjutnya adalah pulang ke hotel untuk mempersiapkan perjalanan pulang ke Jakarta esok harinya. Uhuh sedihnya.
7 Mei 2010
Sarapan pagi terakhir di Niki hotel. Rasanya luar biasa, bukan makanannya tapi ngantuknya, karena semaleman temen temen kelas B begadang di sebuah kamar, sambil ngobrol2 dan niatnya mau nonton masih dunia lain, tapi akhirnya pas dunia lain mulai, yang di bali tayang jam 2 pagi itu kami semua udah ngantuk dan sebenernya emang takut, jadi gak jadi nonton deh.
Sebelum nyebrang ke Jakarta, terlebih dahulu kami mengunjungi Tanah Lot. Di sana kami dapat waktu sekitar sejaman. Tempat pertama yang kami kunjungin adalah goa yang ada ular saktinya. Taukdah, gk ngerti kenapa disebut ular sakti. Jadi kalo mau masuk ke gua yang Cuma berukuran 2 X 1 meter itu, pengunjung harus naro duit minimal seribu di baskom yang ada di mulut goa itu. Nah di dalem goa kecil itu, kami disuruh megang uler dan foto di sana. Aih. Gw itu geli sama uler, berhubung udah masuk, dan gw gak tau kalo harus megang uler itu, gw dipaksa sama semua orang. Untung gelap, jadi gw bisa mengelabui mereka. Haha! Sayangnya, pas udah selesai difoto, “eh gak kepegang tuh” halah! jadi pas megang uler itu, kami disuruh buat permohonan, misal: minta jodoh dong. Tapi pas gw: idih uler..
Nah setelah itu, kami jalan ke tebing yang di atasnya ada sebuah pura-nya. Di sana ada mata air suci, yang katanya juga bisa buat minta permintaan. Sebelum ambil air di sana, pengunjung juga harus naro duit minimal seribu di baskom. Nah setelah cuci muka di air, nanti kita dikasih beras di jidat sama bunga. Cihuy! Jadi gadis Bali deh gw :D
Abis main main dan tentunya foto foto di Tanah Lot, kami melanjutkan perjalanan lagi ke Joger yang ada di Bedugul. Sayang sungguh sayang, hari itu Joger hendak tutup lebih cepat karena semua karyawan hendak datang ke pesta nikahan anak sang empunya joger. Pesta nikahannya itu ada di GWK, hari sebelumnya kita udah liat ada panggung super duper besaar dan ribuan kursi yang sedang ditata. Jadilah yang belanja jadi buru buru. Joger Cuma ada di Kuta dan Bedugul, selain itu palsu.
Yuk lanjut. Makan siang kali ini di Danau Bratan, danau yang besar dan sejuk banget. Di sana kami makan siang di tepi danau bersama rombongan wisatawan lainnya. Alhamdulillah di sana ada Mushola yang mini banget, jadinya bisa sholat dulu. Di danau bratan itu ada wisata air, selama perjalanan memang kami tidak memilih pantai berwisata air. Di sebrang danau bratan ada pura, sayangnya gw gak ke sana, karena kalau mau nyebrang harus nyewa kapal bot. nah pas gw ngajakin pada gk ada yang mau. Hu uh -_-! Tapi ada beberapa temen yang akhirnya ke sana, pas gw lagi ngantri sholat. Huhuw..
Sekitar jam 2 siang, kami melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta, dengan terlebih dahulu mengucapkan salam perpisahan kepada Tour Guide Beli Ray. Kami tiba di Gilimanuk sekitar jam 6 sore setempat. Di sana hujan deras, dan bis sempat ditepikan sebentar, karena angin kencang. Sekitar setengah jam kami harus menunggu, dan akhirnya kapal siap untuk berangkat walaupun hujan. Akhirnya satu jam kemudian kami tiba di Ketapang dan makan malam di rumah makan seperti saat berangkat kemarin.
Kemudian perjalanan dilanjutkan. Kami sengaja minta melewati Sidoarjo biar bisa ngeliat tanggul lumpur panas, karena pas berangkat kami tidak lewat sana, karena takut macet. Setelah melihat kegelapan tanggul, kami melanjutkan perjalanan lewat Pantura, dan pantura malam hari sungguh sangat ehem.
8 Mei 2010
Subuh dan makan pagi di Rembang, kemudian yang ajaib makan siang di Nyonya Suharti Pemalang, kemudian late dinner di Pringsewu Indramayu. Hahaha ini kocak. Karena kita tau di Pringsewu bakal ada perayaan ulang tahun, kali ini dibuat tanggal ulang tahun palsu, semua orang ketawa :D
Kemudian perjalanan menuju Jakarta. Sampe di Jakarta sesuai jadwal, yaitu jam 12 malam. U yeaaaaaaaah. Keren..
Begitulah manisnya perjalanan KKL kami. Sesuai dengan bahasa Bali, bali berasal dari Wali, wali artinya kembali, dan kami ingin kembali lagi ke BALI.. 
Menurut gw, emang super duper perjalanan KKL walaupun Cuma sebentar di Bali, tapi bisa merasakan banyak objek wisata dengan harga segitu. Mungkin gak bakal sama, kalo lo punya duit cm segitu, jalan jalan ke bali gak pake travel. Itulah kelebihannya.
Di balik tiap kelebihan pasti ada banyak kekurangan. Buat gw, yaudin lah lupakan saja, daripada merusak kenangan manis di Bali.
Salam jumpa teman :D

Jumat, 11 Juni 2010

fv fv fv fv :p

Akupunktur und die Verschlangkung
Heutzutage wird die Erde immer moderner entwickelt. Viele neue und gute Technologie werden erschafft. Die Technologie braucht Energie, mit der sie funktionieren kann, aber leider die Energie, die benutzt werden, ist umwelfeindlich. Sie verursachen die Luftverschmutzung, Wasserverschmutzung, und die andere Verschmutzungen. Wegen der Entwicklung der Technologie entwickeln auch die Krankheiten, zum Beispiel: Fruchbarkeitstörungen, Migräne, Krebs, und Tumorschmerzen. Außer die Entwicklung der Technologie verursachen auch das Lebensstill die Krankheiten. Heute lebt man ohne gutes Lebensstill, man isst alles, aber man treibt kein Sport.
Das heutsutage Problem ist, dass man, der krank ist, Angst vor Medizin hat. Man findet, dass Medizin andere Krankheiten verursacht, wie zum Beispiel: Magengeschwürze, Herzschmerzen, oder Milzschmerzen, oder auch Krebs.
Aufgrund dieser Situation sucht man eine alternative Methode, mit der man ohne Medizin gesund bleiben kann, und kommt Akupunktur als die Lösung. Akupunktur ist jetzt ein sehr bekannteste Methode. Jetzt gibt es viele Klinik oder Artzpraxen, in denen man Akupunktur anbietet.
Eigentlich ist Akupunktur keine neue Methode, sondern eine alte Methode aus China. Seit 305 – 204 vor Christie benutzen die Chinesin diese Methode um die Krankheiten zu heilen.
Akupunktur kommt aus Latein acus: die Nadel, und pungere: stechen. Also Akupuntur ist eine Heilbehandlung, die eine Nadel benutzen. An bestimmten Punkten des Körpers werden die dünnen Akupunkturnadeln platziert, wo sie etwa 20 bis 30 Minuten verbleiben und ihre heilsame Wirkung entfalten, während sich der Patient auf der Liege entspannt.
Die meisten Patienten empfinden die Akupunktur - nicht selten schon bei der ersten Behandlung - als wohltuend, entspannend und oft verblüffend schnell wirksam.
Westliche Wissenschaftler erforschen die Wirkung der Akupunktur intensiv und konnten in vielen Untersuchungen nachweisen, dass die chinesische Heilmethode bei einer Fülle von Erkrankungen hilft, oft gerade dann, wenn eine herkömmliche Behandlung erfolglos blieb.
Was genau bei einer Akupunktur im Körper abläuft, ist wissenschaftlich noch nicht restlos aufgeklärt. Dank moderner wissenschaftlicher Untersuchungsverfahren konnte die Akupunkturwirkung in den letzten Jahren aber viel besser erklärt werden.
Die weltweit größten Untersuchungen, die ART- und GERAC-Studie mit mehr als 250.000 Patienten wurden in Deutschland durchgeführt. Sie ergaben, dass Akupunktur bei chronischen Kopf-, Rücken- und Gelenkschmerzen (z.B. infolge einer Arthrose) in drei von vier Fällen zu einer deutlichen und lang anhaltenden Schmerzlinderung führt. Die Studien weisen darauf hin, dass Akupunktur bei diesen Beschwerden genauso gut oder sogar besser wirkt als herkömmliche Therapien (Medikamente, Krankengymnastik oder Massagen).
Die Universitätsklinik Mannheim hat durch Studien belegt, dass Schwangere, die ab der 36. Woche akupunktiert werden, weniger Schmerzen bei der Geburt haben und die Geburt weniger lange dauert.
In mehreren Studien wurde nachgewiesen, dass das Nadeln bestimmter Akupunkturpunkte spezielle Wirkungen entfaltet, z.B. Linderung von Übelkeit und Erbrechen, Verminderung der Schmerzempfindlichkeit oder Förderung der Wehen.
Außer die normalen Krankheiten kann auch Akupunktur das Übergewicht heilen. Nach dr. Balgis MSc, CM-FM, SPAK, Akupunktur Spezialistin, sagt sie “Akpunktur ist eine ideale und sichere Lösung, um Übergewicht zu heilen, weil es mehr als 30 Forschungen über Akupunktur für Übergewicht gibt. Sie sagt auch, dass die Gruppe der Obesitätpersons, die Akupunktur bekommen, viel abnehmen.
Obwohl akpunktur das Übergewichtproblem loschen kann, doch das ist keine Zauberei, man braucht ein gesundes Lebensstill. Dr Lily Djoadmojo un dr. Indra Taufik Odang von Centrum for Life Care sagen, wenn der Körper gleichwertig ist (gutes Metebolismus, gut Essen, genug arbeiten) soll man nihct dicker werden, und umgekehrt.
In dem Prozess der Verschlangkung durh Akupunkutr, die Menge der Nadel ist nicht gleich für jede Person, das hängt in der Kondition des Körper ab. Und es gibt keine bestimmten Punkten.
Ohr ist eines der wichtigsten Akupunkturpunkte in den Prozess der Verschlangkung , denn in diesem Organ gibt es Hungerpunkt, die Spitze des Rumpfes und der Punkt im Zusammenhang mit dem Verdauungssystem. Eine Aktion in der Hungerpunkt ursacht Sättigungsgefühl.
Der Artz benutzt die besonderen Nadeln für Ohr, dann die Nadeln müssen massiert etwa 2- 3 Minuten, wenn man hungrig ist, werden, oder 30 Minuten bevor man etwas essen. Die Ohren bekommen einige Nerven Innervation den Nerv Sagus, Glossopharyngeus, Trigeminus, Gesichtsbehandlungen. So dass es die Hypothese, dass die Stimulation von Akupunkturpunkten am Ohr kann sich auf Essen und Magen-Darm-Signale angezeig, damit man sich nicht hungrig fühlt, obwohl man nicht genug Kalorien hat.
Mit dem regelmäßigen Essen, ausreichender Schlaf und genug Sporttreiben kann man signifikanten Gewichtsverlust. Forschüng über 802 dicke Leute, die mit Akupunktur behandelt, 594 von denen waren erfolgreich. Sie nahmen etwa 7-8 Kilogramm pro Monat ab.
Der Erfolg der Vorschlankprozess ist hängt nicht nur von Akupunktur, aber auch über die Kontrolle des Essens, Sporttreiben, und Emotion. Alles kann erreichen werden, wenn man einen starken Wille hat.











Literaturverzeichnis
www.daegfa.de , Deutsche Ärztgesselschaft für Akupunktur
Wolfarm Stor:
Akupunktur Lehrbuch und Atlas, Elsevier GmBH, München, 2006.
http://www.resep.web.id/tips/aneka-metode-pelangsingan-tubuh.htm
http://www.theholisticcare.com/

Jumat, 04 Juni 2010

halo halo semuanya

hidup harus terus berjalan bukan begitu bukan??
lihatlah tampilan baru blog eke :D ahaha keren gk keren udah bilang aja keren. namanya juga mencoba canggih :p huraaaaaa :D
emang sih rada berantakan dikit. susah ah, mumet bikin read morenya..
ahoi.. senin besok udah uas nih. semoga semuanya baik baik saja lah, dan lancar. ayolah semangat!!

semangat jugalah mamakkuh..... :D

Selasa, 18 Mei 2010

20. 6. 1956 - 13. 5. 2010

kamis pagi, itu di kalender tanggalnya warna merah, libur galungan. gw sendirian di rumah. mak bapak lagi di bandung buat terapi (baca post sebelumnya), dan kaka gw lahgi di sukabumi, syuting ngerjain tugasnya doi.
pagi itu ada suara telpon nyaring banget. kira kira jam setengah 6. ah biasa. soalnya tiap pagi jam setengah 6, tante ani ,(suaminya doi itu adeknya nyokap rumahnya lumayan deket sm rumah gw) nelpon buat ngejemput gw ke kampus. gw angkat, eh bener suara si tante, sempet kepikiran: "wah doi lupa apa ya hari ini kan libur.. masa mau jemput.."

tapi suara yang keluar bukan suara yang biasa, agak tenang kali ini
"mbak lady, udah tau belom?" begitu kata doi
"ehmmm apaan" begini kata gw
"oh belom tau, yaudah tante ani ke sana sekarang!"
beuh.. gk biasanya doi kaya gitu, biasanya kalo ada perintah, langsung diperintah dari telpon. kaya misalnya: "mbak lady, nanti dijemput jam setengah 7. okeh!"


begitu... gw mulai curiga.. bener bener curiga. ditambah, gk lama telpon berdering lagi. kali ini budeh budi, kakaknya bokap. dari suaranya aja gw udah langsung kenal.
"halo lady.."
"iya budeh.."
"kamu di sana sama siapa?"
"sendiri budeh.."
"terus kamu gimana?"
"apanya budeh?"
"oh kamu belom tau ya?"
"ada apa budeh" tiba tiba dengkul lemes. gw udah tau ada yg terjadi. lemes beneran.
diam sejenak. suara si budeh jadi panik. "aduh, gimana lady. budeh gk tau gimana ngomongnya."
suaranya panik beneran. dari situ gw udah tau. beneran..
"yaudah budeh, aku telpon mami aja.."
"iya. nanti budeh telpon lagi"

gw telpon ke hp bokap mati. ke nyokap tulalit. gw coba sekali lagi.. diangkat.
gw: "mami ada apppaaaaaaaaa??"
"daddy meninggal de, tadi jam setengah 6an." bla bla bla *lupa gw apaan lagi

trus tante gw muncul, nenangin gw, gw harus ngubungin kaka gw, tapi doi gk bisa dihubungin. untung aja esianya ditinggal, jadi gw nelpon temennya minta tlg dihubungin. dan tiba tiba di rumah udah banyak tetangga yang ngebantuin beresin. kira kira jam 8 budeh, bule, om, tante, ncing, ncang udah pada dateng semua.

jenazah bakal nyampe ke jakarta kira kira abis dzuhur. udah dimandiin, dikafanin, dan disolatin di sana. hiks..

dalam penantian itu,gw yang jadi nona rumah sendirian, walaupun banyak sodara dan temen temen, tetep aja rasanya bingung. mau ngapain gw? yang ada tiap ada yang dateng, gw salim, dia peluk, cium gw, gw jadinya nangis.. walaupun gw gk nangis kejer.. gw tau itu gk bagus, lagi juga dulu bokap udah pernah bilang, kalo doi meninggal gk boleh ada yang nangis.

jadilah gw di kamar dengan pintu terbuka, kadang nangis, nyoba rebahan. kepala bener bener pusing banget. sampe saat itu gw belom tau gimana bokap meninggal. di rumah sakit kah? atau di kosannya? entahlah..
bener bener pusing, dipaksa sarapan sama bule. gw ikutin aja apa katanya, daripada tambah pusing klo diomelin.
gk lama, gw bener2 pusing. gw pergi aja ke warung beli panadol merah. gw minum di rumah, beberapa saat kemudian, gw muntah. legaaaaa..

jam 12an semuanya udah nyampe. kasur yang udah disiapin buat bokap disingkiring, karena bokap dateng udah dalam keranda.
setelah diletakin, nyokap udah ada yang nanganin, kepala gw keliyengan (ternyata pas di kampus, kata temen gw, gw kaya mau pingsan) tiba tiba gw dipegangin dari belakang gk tau sama siapa. untuk mencegah gw jatoh dan juga ngeraung raung (gw gk kepikiran buat ngeraung raung, karena dari kecil udah diajarin bokap, bukan begitu caranya buat ngedapetin apa yang kita mau).
ternyata malah bule gw yang ngeraung raung.

pas keranda baru dibuka, gw cuma bisa bilang "daddy daddy ya Alloh" "ceking" ternyata setelah 2 minggu yang lalu, bokap gw jadi tambah ceking. lurus kaya papan. gw yang diberi kesempatan besar buat ngelus mukanya, nutup mata mata kirinya agak kebuka dikit, nyeka sedikit kapas yang nempel di bibirnya, ngelus kepalanya. cuma itu yang bisa gw lakuin, karena bokap udah bersih dikafanin. di pikiran gw, ya Alloh boleh gk otaknya dikeluarin, pinjemin ke gw. doi cemerlang banget.

cuma sebentar, gk ada lima menit, kerandanya ditutup lagi sama om gw. langsung dipindah agak ke depan buat disolatin.

jam satuan semuanya udah selesai. masalah utamanya adalah gimana mau nungguin kaka gw atau tinggal aja. nyokap udh gk bisa buat keputusan. itu ternyata titik terlemahnya doi, selama ini doi gk pernah nunjukin kesedihannya kalo liay bokap sakit. doi gk mau keliatan lemah di depan anak anaknya. tapi kemaren doi cuma diem aja sambil ditemenin sodara sodara.

gw tanya tunggu apa tinggal, doi bilang, tanya budeh ini. gw tanya budeh, doi bilang tanya mami.
yaudah gw aja yang maksa, udah tungguin aja, kasian doi dari ujung genteng, sukabumi menempuh perjalanan 8 jam, masa ditinggal.

udah jam 2 lewat, akhirnya kaka gw nyampe, keadaan di rumah ujan gerimis. sambil nunggu kaka gw mandi, dan juga megang bokap untuk terakhir kalinya..

Alhamdulillah, pas banget semuanya selesai, ujannya berenti. bokap dimakamin sesuai kemauannya, yaitu di kuburan keluarga nyokap gw, di samping umi (nenek gw, nyokapnya nyokap) di Jalan Madrasah, Haji Nawi, Jakarta Selatan.

selesai dimakamin, ujan mulai turun.. kami semua pulang ke radio dalem

ternyata cerita di pagi 13 mei 2010 itu adalah:

jam 5an pagi, bokap selesai mandi, dikasih sarapan ada roti dan buah, masing masing dimakan setengah, sama segelas susu. terus nyokap berangkat ke tempat terapi buat ngantri nomer. nah pas ngantri itu bokap sms ke nyokap "bu dpt nomer brp" trus kata nyokap gw, seperti biasa nomer 1. trus kata bokap "ok" smsnya masih ada di hp nya.

nyokap yang lagi ngantri di tempat terapi didatengin sama tetangga (Alhamdulillah nyokap itu supel banget, jadi banyak kenal orang di sana)
kata tetangga: "bu pulang dulu sebentar.."
pas udah sampe ke kosannya itu, bokap lagi duduk, kata tetangga doi abis dari kamar mandi trus duduk, tenang banget katanya. matanya terpejam, napasnya satu satu... nyokap ngeliat pas ditariknya..

yaudah gitu aja.. nyokap juga sempet panik, tapi kata tetangga..
tenang aja bu.. tadi bapak nyebut terus..
Alahmdulillah..

sampe sekarang gw masih gk bisa percaya kalo itu dia. padahal udah janji hari jumat gw mau ke sana naik Argogede biar bisa liat KA tv, TV yang ada di kereta api, yang dia kerja di sana itu.
tapi daddy duluan yang pulang..

dulu tiap ngomongin masalah kuliah, dan gw bilang, nanti pasti banyak kesulitan pas nulis TA, trus gw bilang, jadi nanti daddy dulu yang meriksa baru dikasih ke dosen. bokap gw itu kan penulis..
tapi ternyata gk bisa ya dad.. kelamaan ya dad harus nungguin ade ngerjain TA..

trus yang gw inget juga, dulu gw bilang.. daddy nanti kalo ade punya anak, manggil daddy engkong ya. bokap gw gk mau, norak. doi gk bilang mau dipanggil apa.. sampe selamanya juga gw gk bakal tau..

hiks sedihnya..... sebulan setengah cuma ketemu 2 kali. yang pertama pas di bandung, mana waktu itu di waktu yang sebentar itu, gw cuma nangis doang saking kangennya.. trus yang kedua pas kemaren...

Selamat jalan daddy, we will always love you, Alloh tolong jaga dia di sisiMu ♥

Kamis, 29 April 2010

:)


hooiiii.. udah hampir sebulan gw sendirian di rumah, ya kadang ada kaka gw, tapi jarang ketemu.
gw udah berubah dari yang manja dan males jadi mandiri, dan agak gk penakut lagi.
yoi nyokap bokap lagi di bandung..

mungkin lo udah pernah baca tweet gw tentang bokap yang harus operasi by pass lagi pas tanggal 1 april kemaren. tapi ternyata gk jadi karena setelah diperiksa semua tubuhnya, ternyata jantung dan ginjal bokap udah gk kuat lagi untuk menjalani oprasi. kenapa ginjal? padahal jantung yang dioprasi, ya kan setelah oprasi, bokap harus minum banyak obat. nah itu dia yang bikin ginjalnya gk memungkinkan untuk oprasi lagi..

setelah mendapat kabar kaya gitu, mulailah sekeluarga mencari rujukan tempat alternatif. akhirnya dapet kabar dari om gw, katanya ada tempat di bandung, yang dulu pernah juga ada penyakti yang sama dan akhirnya sembuh. bokap gw itu mengalami penyempitan pembuluh darah jantung. ada 5 pembuluh yang tersumbat, 3 di antaranya tersumbat 100%. napasnya jadi sesek dan tentu aja karena gk ada darah yang ngalir jadinya lemes badannya.

nah akhirnya mereka berangkat ke bandung tanggal 3 april 2010 kemaren, niatnya cuma 2 minggu, ternyata kata yang ngurut (cara penyembuhannya kaya diurut gitu, transfer energi) butuh 30 kali urut, masing masing 2 hari sekali. berarti harus 2 bulan di bandung.

setelah hampir sebulan gk pernah ketemu, akhirnya minggu kemaren gw ke sana jg. Alhamdulillah udah keliatan baikan. itu udah setengah perjalanan penyembuhannya..

masih minta doa temen2 biar bokap cepet sembuh, dan nyokap diberi kesabaran buat nemenin bokap terus...

nyokap manteb banget dah. belom tentu gw bisa setegar doi :')

mein 2. Vortrag






Das Essen für den Raumfahrer

Viele Kinder wollen Kosmonaut werden. Die Kinder finden, dass der Kosmonaut oder auf Deutsch der Raumfahrer ein interessanter Job ist. Er trägt komische und weisse Kleideung und wegen der Nullgravitation kann er auf dem Mond fliegen. Der Raumfahrer lebt auf der Umlaufbahn etwa 6 Monaten und da macht er eine Untersuchung über unser Universum.

Leben auf der Umlaufbahn ist nicht einfach, weil unser Verdauungsorgan immer nach unten nicht ziehen kann, dann fühlen wir uns, dass unser Verdauungsorgan in dem Bauch fliegt, wie wenn wir ein Jeatcoaster im Garten spielen.

Aber keine Angst! Es gibt eine Übung, mite der lernen wir, wie der Raumfahrer auf der Umlaufbahn lebt.

In der Umlaufbbahn gibt es keine Geschäfte oder Markt, wo der Raumfahrer etwas kaufen kann. Wenn der Raumfahrer in die Umlaufbahn fliegt, kann er nur wenig und knapp Dinge mitbringen, und auch beim Essen. Der kann nicht alles Essen, was er will, in dem Raumschiff liegen.

Früher aß der Raumfahrer nur die Tabletten oder Pasta, in denen viele gute Nutriton war, damit der Raumfahrer satt war. Aber das ist nicht gut für sein Physychology, denn das Essen schmeckte nicht gut, denn die Geschmäck war nicht wichtig.

Seit 1960 kann der Raumfahrer keine Tableten essen, sondern ein normales Essen wie in der Erde. Das Essen muss schon getrocknet werden, wenn es viel Wasser gibt, dann kann das Essen bis kleine Partikeln explodieren. Das Raumschiff wird schmutzig und das ist sehr gefärlich, nicht nur für die elektoniche Dinge, sondern auch für den Raumfahrer. Die kleine Partikeln können das Atmungsorgas des Raumfahrers stören.

Die Proffesoren des NASAs zählt die Nutrition. Normalerwaiese braucht man 3200 Kalorie pro Tag, aber in der Umlaufbahn der Raumfahrer brauct nur 1900 Kalorie pro Tag.

Wie isst der Raumfahrer? Zuerst muss er einbischen Wasser zu der Packung füllen, dann wird das Essen wie das normales Essen. Es gibt zwei Loche, ein für das Wasser, und aus dem 2. Loch kann der Raumfahrer das Essen nehmen. In der Packung gibt es auch ein Messer, und eine Gabel. Der Raumfahrer isst normal wie in der Erde.

Für Orangensaft, Kaffee, oder Tee muss der Raumfahrer auch Wasser zu der Packung füllen. Dann trinkt er von der Packung.

Normalerweise isst der Raumfahrer 4 mal pro Tag. Nämlich Frühstück, 2. Frühstück, Mittagsessen, und Abendessen. Früher waren die Menüs:

· Frühstück: Fleisch, Kartofel, Weizenbrot, Obst, und Kaffee.

· 2.Frühstück: ein Stück Käse, Keks, und Apfelsaft.

· Mittagsessen: Fisch, Suppe, Brot, Wein oder Saft.

· Abendessen: Hamburger mit Ei, Käse oder Nuss, Weizenbrot, und Bon Bon.

Aber jetzt kann der Raumfahrer sein Lieblingsessen essen. Zum Beispiel ein Raumfahrer aus Korea wird sein Lieblingsessem su der Umlaufbahn mitbringen. Bis jetzt versuchen noch die Korea-Regierung und das NASA um diese Wille zu erraichen. Es war acuh trunk der Raumfahrer Coca-Cola und Papsi, und aß er M&M Schokolade.

Obwohl es sein Lieblingsessen ost, at viele Raumfahrer nach 60-80 Tage kein Appetit zum essen mehr, weil die Geschmäck des Essens hat verändert. Diese Veränderung ist wegen des Metabolismus des Raumfahrers. Und acuh der Raumfahrer wird lengweilig mit der Menü.

Bis jetzt arbeiten noch die Proffesoren des NASAs, diese Probleme zu lösen, denn das Essen ost sehr wichtig für den Raumfahrer und der Raumfahrer ist auch sehr wichtig für uns

Heutzutage können wir auch, wie der Raumfahrer, essen. Eine Firma in dem USA hat ein “Space Food” gemacht. Das Essen ist gleich wie der Raumfahrers Essen. Dieses Essen ist nur zum Spass

Quellen:

http://dreamindonesia.wordpress.com/2009/05/31/duniasana-astronot-minum-air-daur-ulang-dari-air-kencing/

http://www.inilah.com/news/read/teknologi/2010/02/08/332612/astronot-korea-bawa-makanan-tradisional/

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2392577

http://curious.astro.cornell.edu/question.php?number=132

http://spaceflight.nasa.gov/living/spacefood/index.html